lapangan gas dengan kadar kontaminan tinggi seperti CO2  merupakan tantangan serius bagi keekonomian proyek. IAFMI akan menyelenggarakan Diskusi Panel untuk menjawab tantangan yang dihadapi dalam pengembangan lapangan gas yang memiliki kandungan kadar CO2 tinggi dengan  Membahas peluang pemanfaatan CO2 yang diproduksi dari lapangan gas secara komersial sehingga tidak sepenuhnya menjadi komponen beban biaya bagi proyek. 

Industri minyak bumi dan gas adalah salah satu kontributor utama dalam pembangunan ekonomi negara Indonesia. Produksi minyak Indonesia berhasil mencapai puncaknya pada tahun 1977 disusul kemudian di tahun 1995. Sifat industri migas adalah industri ekstraktif karena cadangan minyak tidak dapat diperbaharui dalam waktu singkat dan produksinya makin menurun. Dengan turunnya harga minyak dan penurunan cadangan minyak, para pembuat kebijakan di Indonesia berusaha mengganti konsumsi minyak dengan gas alam.

Upaya tersebut sering menghadapi tantangan investasi diantaranya tambahan modal untuk pembangunan infrastruktur dan pemrosesan produk sampingan serta kontaminan yang ikut terproduksi.

Untuk memenuhi spesifikasi produk gas penjualan, gas mentah harus dipisahkan dari produk sampingan dan harus diolah untuk menghilangkan kontaminan (H2S, CO2, N2, dll). Hal ini membutuhkan lebih banyak peralatan sehingga dibutuhkan investasi modal tambahan. Biaya lain yang juga timbul jika hidrogen sulfida dan karbon dioksida dilepaskan sebagai limbah ke lingkungan adalah biaya untuk meminimalisir dampak lingkungan dan memastikan limbah tidak berbahaya bagi kehidupan sekitarnya. Oleh karenanya, lapangan gas dengan kadar kontaminan tinggi seperti CO2  merupakan tantangan bagi keekonomian proyek.

Diskusi Panel ini diadakan untuk menjawab tantangan yang dihadapi dalam pengembangan lapangan gas yang memiliki kandungan kadar CO2 tinggi dengan  Membahas peluang pemanfaatan CO2 yang diproduksi dari lapangan gas secara komersial sehingga tidak sepenuhnya menjadi komponen beban biaya bagi proyek.

Acara dalam bentuk diskusi panel setengah hari direncanakan berupa pemaparan dari para panelis dipandu oleh Ir. Noezran Azwar, MT., Kadin Surface Facilities SKKMIGAS yang juga adalah pengurus IAFMI bidang Kajian Teknologi. Panelis yang dipilih  mewakili para pemangku kepentingan yaitu CEO perusahaan BUMN Bidang Energi, Process Engineer dari KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) Nasional, CEO Konsultan Engineering Migas, Akademisi, dan Direktur Perusahaan Hilir Nasional. Acara direncanakan dibuka dengan sambutan Key Note Speaker dari SKKMigas (dalam konfirmasi).