Penyelenggaraan wisuda pelatihan welder di Luwuk tanggal 2016 tidak saja mewisuda 40 orang lulusan pelatihan welder batch 1 dan batch 2, namun juga berhasil menarik perhatian pimpinan manajemen PT Wijaya Karya, kontraktor EPC yang mengerjakan proyek CPP Matindok milik Pertamina EP.

 

Program pelatihan batch 1 di lokasi CPP Matindok telah mendorong pimpinan WIKA khususnya Direktur Operasi Wilayah 2 Bambang Pramudjo untuk mengembangkan CSR dengan konsep "mewariskan ilmu", bukan lagi mewariskan "pohon" atau "sarana air bersih". Mewariskan "ilmu" kepada masyarakat sekitar wilayah kerja migas atau proyek migas diyakini lebih bermanfaat langsung bagi masyarakat lokal dan dapat "beranak pinak" kepada generasi berikutnya, karen ilmu bisa diwariskan secara masif. Dengan pemikiran ini, WIKA berinisiatif untuk meneruskan program pelatihan welder yang meluluskan 40 peserta dengan kualifikasi 2G ini dengan sertifikasi BNSP. Untuk merealisasikan ide ini, WIKA bekerjasama dengan IAFMI yang menjadi inisiator program pelatihan welder di wilayah kerja migas ini. Kerjasama dengan IAFMI otomatis membawa Universitas Proklamasi 45 (UP45) yang telah memiliki knowledge dan pengalaman dibidang pelatihan pengelasan yang telah bekerjasama dengan IAFMI untuk bersama sama dengan WIKA merealisasikan idenya.

Maka, bersamaan denga wisuda pelatihan welder di LUWUK 2016, ditandatangani pula MoU antara WIKA dengan IAFMI dan UP45 disaksikan Kepala SKKMIGAS. MoU ditandatangani oleh SEKJEN IAFMI Taufik Aditiyawarman, Direktur Operasi Wilayah 2 Bambang Pramudjo, dan Wakil Rektor UP45 Bambang Irjanto. Penandatanganan MoU disaksikan oleh Kepala SKK MIGAS Amien Sunaryadi dan Ketua IAFMI Rudianto Rimbono.

 Penandatanganan MoU Pengembangan Pelatihan Welder oleh Sekjen IAFMI, Direktur Operasi Wilayah 2 Wijaya Karya, dan Wakil Rektor UP45, disaksikan Ketua IAFMI dan Kepala SKKMIGAS di Luwuk, 8 Maret 2016.

Penyelenggaraan wisuda pelatihan welder di Luwuk tanggal 2016 tidak saja mewisuda 40 orang lulusan pelatihan welder batch 1 dan batch 2, namun juga berhasil menarik perhatian pimpinan manajemen PT Wijaya Karya, kontraktor EPC yang mengerjakan proyek CPP Matindok milik Pertamina EP. Program pelatihan batch 1 di lokasi CPP Matindok telah mendorong pimpinan WIKA khususnya Direktur Operasi Wilayah 2 Bambang Pramudjo untuk mengembangkan CSR dengan konsep "mewariskan ilmu", bukan lagi mewariskan "pohon" atau "sarana air bersih". 

Mewariskan "ilmu" kepada masyarakat sekitar wilayah kerja migas atau proyek migas diyakini lebih bermanfaat langsung bagi masyarakat lokal dan dapat "beranak pinak" kepada generasi berikutnya, karen ilmu bisa diwariskan secara masif. Dengan pemikiran ini, WIKA berinisiatif untuk meneruskan program pelatihan welder yang meluluskan 40 peserta dengan kualifikasi 2G ini dengan sertifikasi BNSP. Untuk merealisasikan ide ini, WIKA bekerjasama dengan IAFMI yang menjadi inisiator program pelatihan welder di wilayah kerja migas ini. Kerjasama dengan IAFMI otomatis membawa Universitas Proklamasi 45 (UP45) yang telah memiliki knowledge dan pengalaman dibidang pelatihan pengelasan yang telah bekerjasama dengan IAFMI untuk bersama sama dengan WIKA merealisasikan idenya.

Maka, bersamaan denga wisuda pelatihan welder di LUWUK 2016, ditandatangani pula MoU antara WIKA dengan IAFMI dan UP45 disaksikan Kepala SKKMIGAS. MoU ditandatangani oleh SEKJEN IAFMI Taufik Aditiyawarman, Direktur Operasi Wilayah 2 Bambang Pramudjo, dan Wakil Rektor UP45 Bambang Irjanto. Penandatanganan MoU disaksikan oleh Kepala SKK MIGAS Amien Sunaryadi dan Ketua IAFMI Rudianto Rimbono.