Pers Release

Joint Convention Malang 2017

HAGI-IAGI-IAFMI-IATMI

Pada tanggal 25-28 September 2017, empat asosiasi profesi di bidang migas Indonesia; Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI), dan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) kembali menyelenggarakan Joint Convention di Malang (JCM 2017) dengan tema Natural Resources & Infrastructure Development for National Sovereignty”.

Acara ini diketuai oleh Fatrial Bahesti dan berlangsung di hotel Ijen Suites, Malang. JCM merupakan agenda rutin kedua yang dilaksanakan oleh keempat asosiasi profesi, acara sebelumnya, JCB 2015, dengan sukses terselenggara di Balikpapan pada tahun 2015.

Permasalahan terkait industri minyak dan gas di tanah air menjadi salah satu hal yang perlu dipecahkan, diantaranya berupa penurunan harga minyak dan komoditas tambang ke level terendah dalam dekade terakhir. Hal ini juga menjadi latar belakang pemilihan tema JCM 2017, seperti diungkapkan oleh ketua panitia, Fatrial Bahesti, kepada media bahwa “JCM membahas bagaimana bisnis migas bisa tetap bertahan dengan diskusi langsung mendatangkan beberapa panelis dari perusahaan dan badan riset untuk bisa mencari solusi permasalahan mgas tersebut”. Tantangan yang harus dicarikan solusinya oleh para ahli geosain, insinyur dan profesional industri lainnya. Untuk itu, empat asosiasi migas tersebut menggelar konvensi, berkumpul untuk merencanakan eksplorasi, produksi, investasi energi serta sumber daya alam ke tingkatan bisnis dan kebijakan pemerintah berikutnya. Selain harga, permasalahan kelangkaan energi di Indonesia juga menjadi pembahasan. Pasalnya, meskipun kekayaan energi Indonesia berlimpah, namun di beberapa daerah masih mengalami kelangkaan BBM, kekurangan gas, pemadaaan listrik terutama di luar kota-kota besar. Kurangnya infrastruktur yang memadai sangat mempengaruhi turunnya iklim investasi di Indonesia, untuk itu hasil pertemuan ini diharapkan mampu memberikan solusi bagi permasalahan yang ada.

Selain diskusi terkait migas, konferensi ini juga menampilkan pameran perkembangan aplikasi keilmuan di bidang Geologi, Geofisika, Perminyakan, Pertambangan, dan Infrastruktur. Lebih dari 1100 ahli profesi serta akademisi dari dalam dan luar negeri hadir pada acara ini. Acara ini sebagai sarana untuk bertukar informasi dan mentransfer ilmu dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang energi di Indonesia. Sehingga dapat menemukan peluang baru serta meningkatkan industri energi di Indonesia.

Seiringan dengan persiapan JCM 2017, panitia dengan sukses telah menyelenggarakan berbagai kegiatan pre-convention events dimulai dari bulan Mei 2017, diantaranya yaitu Fieldtrip di Labuan Bajo dan Geopark Lumpur Sidoarjo; Gowes Bareng Geolog (GRG) & charity di Tangerang; Student Competition; Energy Charity Night; Diving Exploring Menjangan Island, Banyuwangi-East Java; seminar “Perkembangan EOR di Indonesia saat ini dan juga seminar tentang Hidden Hydrocarbon Potential in Indonesia”; Training/ Course oleh Pak Awang Harun Satyana tentang “Petroleum Geochemistry for Exploration & Production of Conventional & Unconventional Hydrocarbon” ; Two days workshop oleh Dr. Brett Freeman tentang “Structural Interpretation-Fault Seal-Geomechanic”s; dan workshop Future Petroleum Exploration in Indonesia oleh Doddy Priambodo dan Rovicky Dwi Putrohari pada hari Senin siang, 25 September 2017 di Hotel Ijen Suites.

Rangkaian utama JCM 2017 dimulai pada Senin malam, 25 September 2017 dengan diadakan Ice breaking Night & Gala Dinner dengan Opening Remarks oleh Menko Kemaritiman, Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan, MP. Menko Luhut menegaskan bahwa kedaulatan energi merupakan prioritas nasional. Menurut Menko Luhut, pemerintah akan terus mendorong program-program pembangunan untuk mengurangi kesenjangan dan terus meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Pembangunan Indonesia telah fokus pada pemerataan pembangunan di barat dan timur Indonesia. Menteri Luhut menambahkan bahwa ahli kebumian Indonesia harus memiliki daya saing tinggi dalam persaingan global untuk dapat diakui di dunia international.

Acara ini juga di hadiri Menteri PUPR untuk menerima special award dari IAGI. Opening Ceremony pada Selasa, 26 September 2017 dan JCM 2017 secara resmi dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc ditandai dengan pemukulan gong didampingi oleh ketua 4 asosiasi. Pada saat menyampaikan keynote speech Menteri PUPR berpesan agar ahli kebumian terus melakukan inovasi dalam pembangunan infrastruktur agar hasilnya dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat seperti membangun jalan tol, bendungan hingga jembatan. Faktor keselamatan dalam membangun insfrastruktur sangat diperlukan di beberapa tempat yang rawan bencana. Basuki menyebutkan berdasarkan peta gempa tahun 2017, terdapat 295 sesar atau titik gempa se-Indonesia. Ia mengatakan hampir semua kawasan terlewati kawasan titik gempa ini. Beliau mengharapkan peran lebih ahli geologi dan geofisika dalam pembangunan infrastruktur.

Setelah opening ceremony, acara dilanjutkan dengan diskusi panel sesi 1 dan sesi 2 yang menghadirkan beberapa pengambil kebijakan dan para ahli dari berbagai bidang energy dan sumberdaya. Tema yang diangkat pada diskusi panel 1, yaitu Potensi dan Pengembangan Sumber Daya Alam untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa” dengan panelis  Deputi 1 Kantor Staff Presiden, Darmawan Prasodjo, Ph.D.; Direktur Hulu Pertamina, Dr. Ir. Syamsu Alam MT; Direktur Utama ANTAM, Arie Prabowo Ariotedjo, M.Sc.; SAKA VP Exploration, Rovicky Dwi Putrohari M.Sc.; dan dipandu oleh moderator Julianta P. Panjaitan (MedcoEnergi). Diskusi Panel kedua mengangkat tema EOR dan Eksplorasi Migas sebagai Aksi Nawacita dengan panelis Direktur Teknik dan Lingkungan Migas ESDM, Dr. Ir Patuan Alfon Simanjuntak, M.K.K.K.K.; Deputi Perencanaan SKK Migas, Jafee Suardin (Buyung), ph.D.; Pengamat Energi, Dr. Ir. Andang Bachtiar, M.Sc.; VP Technical Support Medco Energi, Hazman; Presiden Direktur Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf; dan dipandu oleh moderator Andy Arfah (Chevron).

JCM 2017 menyajikan lebih dari 450 makalah teknis (oral presentation, poster session, invited session) yang dipresentasikan pada tanggal 25-28 September 2017 oleh tenaga profesional, pelajar, pemerintahan, dan komunitas lokal atau corporate social responsibility (CSR).

Setelah acara utama berakhir, rangkaian JCM 2017 terus berlangsung dengan post-convention events, dinataranya Golf Competition pada tanggal 1 Oktober 2017 dan Charity Fun Run pada 12 November 2017 mendatang.

Kegiatan JCM 2017 terlaksana karena dukungan dari berbagai pihak, Courtesy Visit yang telah dijalankan berhasil merangkul perusahaan-perusahaan besar seperti PT Pertamina (Persero), PTT Exploration and Production Public Company Ltd, Medco Energi, IHS Energy, BP Indonesia, Petro-Pro, Geoservices dan pihak pemerintahan seperti SKK Migas dan Ditjen Migas. Secara keseluruhan terdapat 35 sponsor perusahaan dan 29 exhibitor (perusahaan, kampus, asosiasi) yang berpartisipasi pada JCM 2017 ini.

 

TENTANG JOINT CONVENTION

Joint Convention (JC) merupakan suatu tradisi penggabungan konferensi antara Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) setiap dua tahun sekali yang dimulai sejak tahun 2003. Melihat tingkat sukses penyelenggaraan Joint Convention pada tahun-tahun sebelumnya, maka sejak tahun 2015 HAGI dan IAGI mengajak dua assosiasi lain yaitu Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) dan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) untuk menyelenggarakan acara serupa di Balikpapan. Pada tahun 2017, keempat asosiasi profesi kembali menyelenggarakan konferensi serupa di kota Malang, Jawa Timur.

 

HAGI

Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) merupakan organisasi profesi nirlaba yang beranggotakan Ahli Geofisika di Indonesia dengan berbagai latar belakang profesi dan industri. HAGI didirikan di Bandung pada 1976 yang hingga tahun 2014 telah mencatat lebih dari 3000 anggota yang berada di berbagai negara. HAGI memiliki 13 Komisariat Wilayah di 13 kota di Indonesia, Kuala Lumpur, Perth dan Eropa. Presiden HAGI periode 2016 – 2018 ialah Rusalida Raguwanti.

 

IAGI

Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) adalah sebuah organisasi professional yang beranggotakan 5600 para ahli geologi di Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang profesi dan industri. IAGI didirikan pada tanggal 13 April 1960 sebagai organisasi nirlaba. IAGI rutin mengadakan pertemuan tahunan, seminar, luncheon talk, workshop, field trip, kuliah umum serta berbagai program di bidang geologi lainnya. Setiap tahunnya IAGI menerbitkan “Warta IAGI” dan juga jurnal teknis “Majalah Geologi Indonesia”. Ketua IAGI periode 2014 – 2017 ialah Sukmandaru Prihatmoko.

 

IATMI

IATMI adalah sebuah organisasi profesi di bidang minyak dan gas bumi yang didirikan pada 7 Juni 1979 dan beranggotakan lebih dari 10.000 orang di 12 komisariat IATMI di Indonesia dan luar negeri. IATMI mempunyai VISI untuk menjadi “organisasi profesi perminyakan yang maju, terpandang, dan terpercaya, yang berkontribusi nyata untuk anggota dan kemajuan Indonesia”. Dengan MISI untuk Penguatan Organisasi dan Pelayanan Keanggotaan, Pengembangan Profesionalisme Perminyakan, mendukung penguatan pengetahuan pendukung untuk profesi teknik perminyakan (i.e. HSE, Enterpreneurship). Kami juga terus memperkuat profesionalisme melalui sertifikasi profesi. IATMI juga akan terus memberikan sumbangan Nyata untuk Stakeholders dalam mendorong Pengembangan Energi termasuk hidrokarbon non konvensional (seperti CBM dan shale gas). Ketua IATMI periode 2016 – 2019 ialah Tutuka Ariadji.

 

 IAFMI

IAFMI, kepanjangan dari Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia, dideklarasikan pada tanggal 20 Juni 2013 di Bandung. Enam bulan kemudian, tanggal 5 Desember 2013, kongres pertama berhasil diselenggarakan di Jakarta. Kongres dihadiri sekitar 200 orang, berhasil mengesahkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Susunan Pengurus, dan Program Kerja. Meskipun baru terbentuk, sesungguhnya keahlian di bidang Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi di Indonesia telah hadir sejak lebih dari 40 tahun lalu. Ketua IAFMI periode 2016-2019 ialah Rudianto Rimbono.

 

Media Contact:

Agung Shirly

Ketua Non-Teknikal PIT HAGI ke 41

p: 0815.6040.146

e: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.