Menindaklanjuti pembicaraan sekjen IAFMI dengan WIKA terkait minat WIKA terhadap pengembangan pelatihan Welder di Luwuk, maka  pada hari Jumat, Direks IAFMI didampingi bpk Bambang Irjanto dari  UP45 Jogya mengadakan pertemuan teknis di kantor proyek WIKA Menara Danamon Kuningan.

 

Hadir mendampingi Bapak Haithami, manajer proyek WIKA di Matindok diantaranya Manajer Biro CSR & GCG WIKA korporat, Manajer Finance & HC, dan legal.

Pertemuan dibuka dengan konteks latar belakang, misi IAFMI dalam pemberdayaan sumberdaya pendukung di wilayah operasi migas, latar belakang program pelatihan welder di Matindok dan Donggi serta rencana kedepan yang direncanakan bersama team Inlastek UP45.

Pembahasan dilanjutkan dengan presentasi pak Bambang Irjanto dari Inlastek UP45 mengenai Social Engineering approach dalam pengmbangan sumberdaya pendukung melalui CSR, serta pengalaman pengembangan welding school di Duri - Chevron. 

Beberapa action plan dibahas dalam diskusi tsb diantaranya

1. WIKA atas dukungan direktur WIKA sangat antusias untuk mengembangkan sejenis welding school di Matindok. WIKA berkeinginan untuk menjadikan kab. Banggai umumnya menjadi salah satu kantong welder kompeten Indonesia.

2. WIKA berkeinginan untuk bekerjasama dengan IAFMI yang didukung knowledge dan pengalaman Inlastek UP45 untuk bekerjasama dalam pengembangan tersebut.

3. Inlastek UP45 siap untuk mensupport knowledge, teknis, memfasilitasi sertifikasi,  dan jaringan penempatan kerja lulusan

4. Dalam jangka pendek, lulusan pelatihan welder IAFMI yang 49 orang akan disupport WIKA untuk dilakukan refresment, uji sertifikasi BNSP dan uji penempatan Inlastek UP45 di workshop WIKA Matindok. Untuk tujuan ini, team IAFMI/ Inlastek UP45 akan survey ke Matindok membantu rancangan dan sec workshop agar sesuai dengan ketentuan BNSP.

5. Bersamaan dengan acara wisuda 40 orang peserta pelatihan welder di Luwuk, akan ditandatangani MoU WIKA, Inlastek UP45, dengan IAFMI sebagai saksi MoU.