IAFMI, kepanjangan dari Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia, dideklarasikan pada tanggal 20 Juni 2013 di Bandung. Enam bulan kemudian, tepatnya tanggal 5 Desember 2013, kongres pertama berhasil diselenggarakan di Jakarta. Kongres yang dihadiri sekitar 200 orang ini berhasil mengesahkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Susunan Pengurus, dan Program Kerja.

Berikut adalah tujuan dibentuknya IAFMI, dikutip dari Anggaran Dasar IAFMI:

1.        Membangun dan mengembangkan jaringan, kompetensi, dan profesionalisme tenaga ahli fasilitas produksi hulu minyak dan gas bumi Indonesia

2.        Memfasilitasi kemajuan teknologi untuk peningkatan kualitas, tingkat persaingan dan kestabilan industri hulu minyak dan gas bumi

3.        Memberdayakan potensi sumber daya pendukung dalam negeri bagi industri minyak dan gas bumi

4.        Membangun pusat ilmu dan pengetahuan dalam bidang fasilitas produksi hulu minyak dan gas bumi,

5.        Memberikan masukan kepada para pemangku kepentingan berkaitan dengan kebijakan bidang fasilitas produksi hulu

 

Setahun pertama setelah kongres, beberapa langkah strategis IAFMI telah dilaksanakan, diantaranya adalah penandatanganan akta asosiasi dihadapan Notaris pada tanggal 28 Mei 2014, serta pendaftaran lembaga ke Kementerian Kehakiman. Logo IAFMI telah diluncurkan pada tanggal 2 April 2014, merupakan hasil seleksi dari 32 logo dalam lomba logo IAFMI  yang diikuti anggota dan non anggota IAFMI dari beberapa kota di Indonesia. Sementara itu, Web IAFMI telah diluncurkan pada tanggal 1 Juni 2014 dengan alamat www.iafmi.or.id.

Pembentukan komisariat IAFMI Kalimantan Timur diawali dengan Rapat Pendahuluan di Balikpapan pada tanggal 12 Mei 2014, diikuti oleh empat orang anggota di Balikpapan, pengurus IAFMI pusat, dan disaksikan oleh Bapak Agus Kurnia Kadiv Manajemen Proyek dan Pemeliharaan SKK MIGAS.

Tahun 2014, kegiatan mulai berjalan diantaranya Dinner Talk pertama, diselenggarakan di tanggal 2 April 2014, diikuti 35 peserta dengan tema Teknologi Konstruksi Lepas Pantai : Synchronized Deck Raising at Lima Flow Station oleh team PHE ONWJ. Kerjasama IAFMI dengan KMI (Komunitas Migas Indonesia) diantaranya adalah beberapa Talkshow mengenai Kesiapan Perusahaan EPCI dan SDM Nasional dalam Proyek-proyek MIGAS Januari 2014, Talkshow bulanan mengenai Manajemen Proyek di MM UGM, Talkshow mengenai Project Control di PHE Tower, dan terakhir Business Forum EPCI MIGAS mengenai TKDN dan APDN di Royal Kuningan.

Conference & Exhibition “Integrated Maintenance Indonesia” telah berhasil diselenggarakan di JCC Jakarta tanggal 8-10 Oktober 2014. Kegiatan ini merupakan kerjasama IAFMI dengan IRMEC dan Antavaya. Pada bulan Desember 2014, terbit JURNAL IAFMI yang pertama dengan tema “Membangun Infrastruktur Migas Nasional”

 

Kegiatan IAFMI tahun 2015 diawali dengan Expert Sharing 21 Februari 2015, menghadirkan Arief Riyanto (saat itu Kadiv Komersialisasi Minyak dan Gas Bumi SKKMIGAS) dan Abang Daya Wiguna (saat itu Process Engineer BP Tangguh). Topik Expert Sharing pertama di tahun 2015 mengenai LNG.

Sebulan kemudian, 11 Maret 2015 IAFMI menyelenggarakan CEO Talk pertama, dihadiri oleh para pimpinan perusahaan migas Indonesia baik K3S, Kontraktor EPCI maupun Vendor. CEO Talk dirancang untuk membangun sinergi pemikiran antara para professional, pimpinan perusahaan Migas, serta regulator yang diwakili SKKMIGAS untuk membangun kemandirian industri migas Indonesia yang berdiri diatas kapasitas dan kompetensi nasional yang mandiri.

9 Mei 2015, Expert Sharing IAFMI  diselenggarakan sedikit berbeda, kali ini diselenggarakan di workshop PT Intan Prima Kalorindo, sebuah fabrikan lokal Heat Exchanger. Selain expert sharing, kunjungan ke workshop fabrikan lokal ini juga merupakan salah satu bagian misi IAFMI untuk turut membangun kompetensi industri nasional. Pada kesempatan ini kepada peserta ditunjukkan proses dan cara kerja beberapa fasilitas mesin Jerman yang memiliki akurasi yang tinggi.

Juni 2015, dengan tujuan membangun sinergi dan silaturahim para professional fasilitas produksi migas Indonesia, serta menggalang dana untuk mencetak welder lokal di Luwuk, IAFMI menyelenggarakan IAFMI Charity Golf, diikuti oleh sekitar 140 professional Fasilitas Produksi Migas. Misi pencetakan welder lokal merupakan misi IAFMI untuk membangun sumberdaya pendukung di area operasi migas.

Juni 2015, Jurnal Edisi ke 2 IAFMI terbit dengan Tema “Marginal Field Development”. Edisi ke 2 ini dicetak 1500 eksemplar dan didistribusikan kepada anggota IAFMI, professional Fasilitas Produksi Migas di berbagai perusahaan, para pimpinan perusahaan migas, serta skkmigas.

Agustus 2015, persiapan penerbitan Jurnal IAFMI Edisi 3 dimulai lebih awal agar dapat bersinergi dengan event Joint Convention IAFMI dengan HAGI, IAGI dan IATMI. Dengan persiapan ini, selain berhasil memajukan 19 makalah untuk JCB2015, pengumpulan makalah untuk Jurnal IAFMI edisi 3 juga lebih awal bahkan berhasil melampaui target jumlah makalah yang berhasil dikumpulkan.

JCB 2015 sukses diselenggarakan tgl 5-8 Oktober 2015, dihadiri lebih dari 600 peserta. IAFMI mengirimkan 19 makalah dan menghadirkan booth IAFMI.

12 November 2015, CEO Talk IAFMI yang kedua diselenggarakan kembali dengan mengusung tema Peluang dan Tantangan BIsnis Industri Fasilitas Produksi Migas dari Segi Moneter, Fiskal, Perpajakan, serta Kapasitas dan Kompetensi Nasional. Sebagai pembicara hadir Lambok Siahaan Staf Ahli Gubernur Bank Indonesia dan team serta Parulian Sihotang Deputi SKKMIGAS bidang Keuangan.

Selama tahun 2015, beberapa utusan dari IAFMI dikirimkan untuk mengikuti beberapa review maupun peserta convention, diantaranya review Proyek Blok Masella atas undangan Ditjen Migas, HR Summit di Jogja, Database Profesi oleh SKKMIGAS.

 

Tahun 2016 diawali dengan RAKER pengurus dan layer kedua IAFMI, membahas program tahun 2016.

Februari 2016, Expert sharing dengan tema Kompetensi Profesi digelar di hotel Amoz Cozy, menghadirkan pembicara dari BNSP dan LSP Migas.

 

Setelah melalui persiapan yang cukup panjang, mulai Agustus 2015, sebagai amanat dari program IAFMI Charity Golf, sebuah sinergi antara IAFMI dengan  Rekayasa Industri, Wijaya Karya, Gunanusa, Titis Sampurna dan Pertamina EP  program  pencetakan welder lokal di kabupaten Binggai Sulawesi Tengah dilaksanakan mulai Januari 2015. Pelatihan dilaksanakan mulai bulan Januari hingga April 2016, diikuti sertifikasi BNSP dan wisuda welder untuk 40 orang peserta. 20 orang lulus dengan level 2 G dan 10 orang lulus dengan level 3G. Sertifikasi Welder disupport oleh BNSP dan Inlastek UP45.

April 2016, Expert Sharing IAFMI dilaksanakan dengan kunjungan ke pabrik FRP di Cikarang, sebuah perusahaan Nasional Ori Polytec Composites. Dihadiri oleh 25 peserta, expert sharing juga menampilkan Hanto Yananto dari PHE ONWJ dan Abraham Filantrofi dari RPE sebagai pembicara.

Mei 2016, Expert sharing dan kunjungan dilakukan ke Yard Gunanusa di Grenyang dan Pabrik Baja Krakatau Steel dan Krakatau POSCO. Selain menempuh perjalanan cukup jauh, juga diselenggarakan sehari penuh dari pagi hingga sore di tiga lokasi, Fab Yard dan Pabrik Baja yang sudah cukup lama dalam kancah industri di Indonesia.

Agustus 2016, Expert Sharing dilaksanakan di KHI Cilegon, salah satu pabrik tertua di Indonesia. Expert sharing kali ini membahas tentang teknologi pipa spiral yang disampaikan oleh Bapak Ahmad Hafidz dan Aplikasi Pipa Spiral untuk Offshore yang disampaikan oleh Bapak Andi M Palkar.

6 September 2016 IAFMI menyelenggarakan acara CEO Talk 2016 di Hotel Crowne Plaza dengan Tema “Sinergi Perbankan dengan Industri Migas”. Acara tersebut menghadirkan keynote Speaker Deputi Bidang ESDM Kemenko Perekonomian, Ir Montty Girianna MSc, MCP, PhD. Selain itu juga hadir sebagai pembicara dari Tripatra Raymond Naldi Rasfuldi (Director of Bussines Development), dan 2 pembicara dari BRI  Oscar Hutagaol (VP Divisi Hubungan Lembaga) serta Adhi Pratama (Group Head Oil-Gas & Energy Desk).

Jurnal ke 4 IAFMI dengan tema sertifikasi profesi telah diterbitkan pada November 2016.

Program IAFMI tahun 2016 ditutup dengan Kongres IAFMI tanggal 17 Desember 2016 yang diawali dengan penjaringan calon ketua IAFMI 2016-2017 secara online, pelaksanaan magang bagi welder binaan IAFMI di proyek PAU Luwuk bersama PT Rekayasa Industri, dan penerbitan Jurnal IAFMI edisi 5 yang akan diterbitkan bulan Januari 2017.

 

Untuk menyelenggarakan seluruh kegiatan tersebut, IAFMI berhasil menggalang dana dari para sponsor yang secara proaktif mendukung program-program IAFMI. Keseluruhan dana yang berhasil digalang IAFMI selama masa kepengurusan, dari iuran, kerjasama, dan sponsor mencapai Rp 3.329.504.461,- . Sedangkan pembiayaan yang telah dikeluarkan adalah Rp. 3.098.335.903,- Angka-angka ini berdasarkan laporan keuangan yang tercatat hingga November 2016.