IAFMI, kepanjangan dari Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia, dideklarasikan pada tanggal 20 Juni 2013 di Bandung. Enam bulan kemudian, tanggal 5 Desember 2013, kongres pertama berhasil diselenggarakan di Jakarta. Kongres dihadiri sekitar 200 orang, berhasil mengesahkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Susunan Pengurus, dan Program Kerja.

Kongres Ke-2 diselenggarakan tanggal 17 Desember 2016 di Aula PERTAMINA EP Jakarta. Pada Kongres Ke-2 ini terpilih Ketua Umum IAFMI periode 2016-2017 Rudianto Rimbono.

Berikut adalah tujuan dan Misi dibentuknya IAFMI:

  1. Membangun dan mengembangkan jaringan, kompetensi, dan profesionalisme tenaga ahli fasilitas produksi hulu minyak dan gas bumi.
  2. Memfasilitasi kemajuan teknologi untuk peningkatan kualitas, tingkat persaingan dan kestabilan industri hulu minyak dan gas bumi.
  3. Memberdayakan potensi sumber daya pendukung dalam negeri bagi industri minyak dan gas bumi.
  4. Membangun pusat ilmu dan pengetahuan dalam bidang fasilitas produksi hulu minyak dan gas bumi,
  5. Memberikan masukan kepada para pemangku kepentingan berkaitan dengan kebijakan bidang fasilitas produksi hulu.

Bulan Desember 2016, Kongres IAFMI kedua telah sukses menghasilkan beberapa Ketetapan Kongres. 

  1. Penyempurnaan Anggaran Rumah Tangga IAFMI
  2. Garis Besar Rencana Kerja 2016 - 2019
  3. Secara Musyawarah memilih Ketua Umum IAFMI 2016-2019, Ir. Rudianto Rimbono.

Pada tanggal 8 April 2017, susunan Pengurus IAFMI 2016-2019 telah resmi disusun dan dilantik. Hadir pada pelantikan tersebut Kepala SKKMIGAS sebagai anggota kehormatan IAFMI. Selain itu juga dihadiri beberapa anggota Dewan Penasihat IAFMI diantaranya Bapak Ir. Muliawan dan Bapak DR.Ir. Gde Pradnyana. Hadir pada acara pelantikan ini juga anggota Dewan Tenaga Ahli IAFMI diantaranya Bapak DR.Ir Prahoro Nurtjahyo dan Bapak Ir. Steve Adrianto.

 


Pengurus IAFMI Periode 2013-2016

 Pengurus IAFMI 2016 - 2019 Bersama Kepala SKKMIGAS

 

Pengurus IAFMI periode 2013-2016 sebagai kepengurusan periode awal mengambil strategi untuk fokus pada peletakan pondasi-pondasi yang dapat dijadikan sebagai pijakan bagi estafet kepengurusan berikutnya dalam mengemban misi IAFMI dia atas.

Secara garis besar, pondasi-pondasi yang telah diletakkan pada periode ini, sesuai dengan urutan misinya adalah sebagai berikut:

  1. Expert Sharing, Jurnal IAFMI, penyusunan SKKNI Profesi, di laksanakan untuk membangun dan mengembangkan jaringan, kompetensi, dan profesionalisme tenaga ahli fasilitas produksi hulu minyak dan gas bumi.
  2. CEO Talk, Kunjungan Industri & Expert Sharing, penyusunan SNI, diselenggarakan untuk memfasilitasi kemajuan teknologi untuk peningkatan kualitas, tingkat persaingan dan kestabilan industri hulu minyak dan gas bumi.
  3. Kerjasama  dengan beberapa perusahaan industri fasilitas produksi migas untuk pencetakan welder di wilayah kerja operasi migas telah dilakukan untuk memberdayakan potensi sumber daya pendukung dalam negeri bagi industri minyak dan gas bumi.
  4. Jurnal IAFMI, Expert Sharing, penyusunan SNI, terlibat aktif dalam Joint Convention dengan IAGI, HAGI dan IATMI dilaksanakan sebagai inisiasi pondasi untuk pengembangan pusat ilmu dan pengetahuan dalam bidang fasilitas produksi hulu minyak dan gas bumi,
  5. Diskusi-diskusi kelompok kerja keahlian dengan topik-topik khusus diselenggarakan untuk memberikan masukan kepada para pemangku kepentingan berkaitan dengan kebijakan bidang fasilitas produksi hulu.
  6. Dari sisi pondasi legalitas dan tertib organisasi, IAFMI telah dikukuhkan dengan akta notaris dan SK Kemenkumham, telah dilengkapi dengan NPWP, Rekening Bank atas nama IAFMI, audit laporan keuangan, website IAFMI,  system registrasi dan manajemen database keanggotaan online, serta kartu anggota IAFMI.

Beberapa pondasi tersebut diletakkan untuk dijadikan pijakan bagi estafet kepengurusan berikutnya dalam mengemban misi IAFMI di atas, namun juga masih ada beberapa catatan yang dibuat untuk menjadi bahan perbaikan program. Semoga dengan pondasi dan catatan perbaikan ini, IAFMI akan dapat lebih memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan industri migas di tanah air.